PERKENALKAN BLOG SAYA -DARI KECANDUAN HINGGA MENJADI PRO PLAYER GAMING Mobile Legends

https://id.wikipedia.org/wiki/Mobile_Legends:_Bang_Bang
Awalnya, Alvin mengaku bermain Mobile Legends hanya untuk mengisi waktu luang.Tapi pada akhirnya ia bermain sampai-sampai meluangkan waktu sendiri."Ingin nyobain waktu itu di 2017, download deh waktu itu HP nggak kuat. Aku putuskan upgrade hape, aku beli HP, akhirnya bisa main, main sama anak tongkrongan. Iseng doang awalnya," ujar Alvin kepada Validnews, Sabtu (21/11).Laki-laki kelahiran Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah itu mengatakan lambat laun Mobile Legends membuatnya kecanduan. Pada awal mengenal gim jenis Multiple Player Online Battle Arena (MOBA) itu ia bisa menghabiskan waktu sampai enam jam setiap hari."Pertama main itu kayak penyakit. Ketika aku main aku nggak nyangka sampai secawan ini main game Mobile Legend. Bisa main enam jam nonstop, pernah 24 jam nonstop. Tapi rata-rata 12 jam setiap hari," ujar Alvin.

Mobile Legends merupakan permainan yang dikembangkan oleh perusahaan asal China, Moonton. Moonton berdiri April 2014 sebagai YoungJoy Technology Limited, yang kemudian berubah nama menjadi Shanghai Moonton Technology Co. Ltd.Kepopuleran Mobile Legend atau yang biasa dikenal dengan ML itu hingga Indonesia. Hingga Desember 2017, ML telah diunduh sebanyak 35 juta kali. Dari jumlah itu, sebanyak delapan juta merupakan pengguna aktif dari Indonesia.
Pada 2017, Alvin membuat tim ML. Tim yang diberi nama RBT itu diisi oleh Alvin dan beberapa teman tongkrongannya.

Tak disangka, keputusan membuat tim itu membawanya dari satu panggung juara ke panggung juara yang lain di Jawa Tengah."Baru pertama kali turnamen RBT, terus alhamdulillah, lolos sampai juara satu. Dari situ kami niat belajar-belajar main sambil melatih skill, pembagian hero, cuman ya masih berantakan awalannya, sampai suatu saat RBT menang terus sampai ada nama di Purwokerto," ujar Alvin.Kejayaan nama RBT bertahan hingga 2018 akhir. Secara total, RBT sudah lebih dari puluhan kali menjuarai turnamen-turnamen di Jawa Tengah.
"Satu tahun, 2017 sampai 2018, setiap minggu ikut turnamen. Menang terus juara satu dua terus, Punya nama besar dulu. Sekarang udah jarang main karena fokus beda-beda, ada kuliah, ada yang kerja," ujar Alvin.Selain ML, Alvin juga mengaku bermain jenis MOBA lain seperti Arena Of Valor (AOV). Selain pernah mencoba AOV, Alviv juga sempat mencoba game jenis Battle Royal seperti PUBG Mobile dan Call of Duty Mobile (CODM). Namun, tiga game itu hanya sebagai selingan. Tak pernah benar-benar menjadi yang utama bagi Alvin.
"PUBG main 2019, cuman udah aku uninstal lagi, karena kalau enggak mabar (main bareng) nggak enak. Slotnya cuman 4, kurang asik aja. Pernah coba CODM dan AOV, tapi AOV pinjam hape kawan, nggak pernah instal sendiri," ujar Alvin.
Apa yang dilakukan Alvin juga dilakukan oleh kebanyakan orang-orang di lingkungannya. Mereka hanya setia pada satu jenis gim, dan memilih game lain sebagai alternatif.
Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman itu mengaku sempat berpikir untuk melanjutkan karir profesionalnya sebagai gamers. Meski pada akhirnya, ia sendiri yang mengurungkan niatnya. Alvin mengaku jenjang karir sebagai gamers profesional pendek. Apabila tak kreatif, pasti akan selesai dengan cepat."Karena faktor umur, karena orang di game itu orang antara 18-25 doang. Kalau sudah pensiun dari tim itu, kalau nggak bisa mengembangkan bakatnya jadi konten kreator atau MC gitu ya udah mau jadi apa? sekarang udah enggak ke arah sana. pertimbangannya banyak," imbuh Alvin.
Alvin hanya lah satu dari jutaan orang yang memiliki cerita bersama ML. di Indonesia, perkembangan ML memang cukup signifikan. Sebenarnya ML bukanlah genre MOBA

pertama yang populer di tanah air. Sebelum ML, publik Indonesia lebih dulu kecanduan Vainglory.
Game jebolan perusahaan asal Amerika Serikat, Super Evil Megacorp itu berhasil mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia pada 2017. Meski fenomenanya tak sebesar ML.
Hingga Juli 2018, ML diklaim telah diunduh oleh 100 juta orang di seluruh dunia. Dari jumlah itu, 43 persen merupakan warga di Asia Tenggara. Sementara setengah dari 43 persen itu merupakan pengguna aktif di Indonesia. Setahun berselang, pada Oktober 2019, pengguna aktif gim ML di Indonesia mencapai 31 juta orang.

nara sumber:https:https://validnews.id/nasional/Cerita-Gamers-Mobile-Legends--dari-Kecanduan-sampai-Dulang-Prestasi-ORq


Komentar